pindah ke www.musisigereja.com

Blog ini sudah dipindahkan ke www.musisigereja.com

Bonar Gultom (Gorga)

Bonar Gultom

Bonar Gultom

Oleh LAMBERTUS HUREK @ http://hurek.blogspot.com/2009/12/bonar-gultom-alias-gorga.html

Namanya BONAR GULTOM, akrab disapa GORGA. Paman GORGA. Lahir di Tapanuli, Sumatera Utara, 75 tahun silam. Usia memang terbilang senja, tapi artikulasi Paman Gorga ini jelas dan tegas. Selalu bersemangat dan penuh optimisme.

Di kalangan aktivis paduan suara di tanah air, baik paduan suara gereja maupun paduan suara umum, nama ini tak asing lagi. Dia salah satu komposer paduan suara paling produktif yang dipunyai Indonesia.

Yah, harus diakui, orang Batak memang dikarunia talenta musik yang luar biasa dari Tuhan. Ketika orang-orang dari etnis lain belum mengerti ABC-nya musik, teknik vokal klasik, ilmu harmoni, kontrapung, suara diskan-baskan… saudara-saudara kita dari Tapanuli ini sudah tahu. Dan mereka menulis begitu banyak komposisi musik vokal yang indah.

Saya sendiri mulai tertarik dengan Paman Gorga ketika masih kuliah di Jember. Suatu ketika saya mendapat kiriman partitur paduan suara dari teman Shinta, pengurus Paduan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia. Lalu, saya temukan beberapa komposisi yang diaransemen Gorga seperti SITOGOL dan KETABO. Dua lagu daerah Batak ini diolah secara apik dengan sentuhan gondang batak dan harmoni Barat yang modern.

Sampai sekarang saya tidak lupa partitur yang ditulis tangan, pakai huruf miring ke kanan, oleh Bonar Gultom alias Gorga itu. Dan ketika menyaksikan konser sejumlah paduan suara, khususnya di lingkungan gereja, sadarlah saya bahwa Gorga sangat menonjol. Lagu-lagunya yang menggunakan nada-nada etnis Batak sangat disukai.

“Gorga itu komposer yang berpengaruh di kalangan gereja. Komposisi-komposisinya selalu unik dan khas,” ujar Aris Sudibyo, mantan dirigen dan pelatih Paduan Suara Universitas Kristen Petra Surabaya.

Aris yang masih muda ini, menurut saya, merupakan salah satu pelatih paduan suara terbaik di Indonesia. Dialah yang membuat PSM UK Petra Surabaya kerap menjuarai festival-festival paduan suara baik di tingkat nasional maupun internasional.

Nah, awal Desember 2009 ini, saya berkesempatan berbicara lewat telepon dengan Bapak Bonar Gultom alias Gorga. Meskipun tak pernah bertemu, tak pernah bertelepon sebelumnya, Pak Gorga sangat antusias. “Saya sedang mempelajari partitur yang Bapak tulis di buku ARBAB. Lagu nomor satu, ARBAB, sangat dinamis dan cerah. Sangat terasa gaya Tapanulinya,” ujar saya di telepon.

Sebagai catatan, Pak Gorga baru saja merilis tiga buku aransemen paduan suara berjudul ARBAB (nama sejenis alat musik). Ada paduan suara campuran (sopran, alto, tenor, bas), paduan suara pria, dan paduan suara wanita. Ada ARBAB yang versi bahasa Indonesia dan bahasa Batak. Sebagian besar lagu-lagu itu sudah populer di kalangan gereja yang punya pembinaan paduan suara yang baik.

Sudah berapa banyak komposisi paduan suara yang Bapak tulis?

“Banyak sekali. Kurang lebih 150 lagu baik untuk paduan suara gereja maupun umum. Saya juga menggarap pesanan himne dan mars dari sejumlah instansi,” ujar sarjana ekonomi lulusan Universitas Indonesia itu. Perhatikan: sarjana ekonomi, bukan sarjana musik.

Di sinilah menariknya seniman-seniman Batak dan komposer-komposer senior kita di Indonesia pada umumnya. Mereka menekuni musik paduan suara atau musik vokal klasik karena CINTA, bukan lantaran latar belakang pendidikan musik. “Om ini tidak sekolah musik. Om hanya otodidak,” aku Pak Gorga yang aktif menulis komposisi paduan suara sejak 1960-an itu.

Lantas, belajar dari mana? Sebab, komposisi-komposisi Pak Gorga bukan sembarang komposisi. Semuanya digarap dengan detail mulai intro, sopran, alto, tenor, bas, variasi, interlude, hingga coda. Pak Gorga mengaku belajar dari buku-buku, ikut seminar, kursus, minta masukan dari musisi senior. Itu semua kemudian diolah menjadi komposisi paduan suara.

Selain kor empat suara, Pak Gorga membuat aransemen paduan suara untuk lagu-lagu yang sudah ada. Contohnya, ya, lagu-lagu daerah macam SITOGOL atau KETABO tadi. Imajinasinya sangat kuat. Ini membuat nada-nada yang dibayangkan Pak Gorga selalu “berbunyi” dalam pikirannya. Bunyi sopran, alto, tenor, bas, kemudian harmoni yang dibunyikan bersama-sama. Jadi, praktis komposisi paduan suara itu sudah selesai sebelum ditulis di atas kertas.

Ketika menulis aransemen paduan suara di atas kertas, pakai tulisan tangan miring, gaya orang lama, Pak Gorga sebenarnya hanya memindahkan komposisi yang sudah tuntas di alam pikirannya. Tak butuh waktu lama. Saya yakin saat ini sudah banyak lagi komposisi yang tinggal menunggu dituangkan di atas kertas.

Bagi Pak Gorga, komposisi paduan suara itu harus bisa dinyanyikan. Partitur bukanlah barang pajangan di dalam lemari. Maka, Pak Gorga mengaku menulis aransemen-aransemen paduan suara yang tidak terlalu sulit, ruwet, berbelit-belit. Tapi sebaliknya juga tidak remeh-temeh alias kacangan karena tidak punya tantangan.

“Lagu-lagu saya dinyanyikan di mana-mana: Jawa, luar Jawa, bahkan di Indonesia Timur, sangat populer. Itu berarti paduan suara mereka tidak sulit membawakan,” tegas Pak Gorga menjawab pertanyaan saya.

Ini penting karena ada kecenderungan sejumlah paduan suara di Indonesia cenderung “sok klasik”, menjajal komposisi-komposisi klasik Barat yang ruwet, dan mengabaikan komposisi berlatar belakang musik etnik Nusantara. Kor-kor tersebut, yang kini biasa disebut CHOIR [agar lebih keren dan kebarat-baratan], pun menjadi elitis. Tinggal di menara gading keangkuhan.

“Silakan yang klasik-klasik itu jalan. Tapi kita jangan lupa bahwa kita punya kekayaan musik yang luar biasa. Tinggal kita olah saja menjadi komposisi musik paduan suara,” ujar Pak Gorga.

Pak Gorga merasa bersyukur karena lagu-lagunya telah banyak memberi berkat bagi banyak orang. Belum lama ini sebuah paduan suara di Nusatenggara Timur (NTT) melakukan aksi malam dana pembangunan gereja di Pulau Rote. Hasilnya sangat memuaskan. Dana pun terkumpul sehingga rumah ibadat itu pun dibangun. “Saya bersyukur sekali mendapat telepon dari pengurus paduan suara di NTT,” katanya.

Sudah banyak memang apresiasi dari para aktivis paduan suara, bahkan musisi Indonesia, atas karya-karya Bonar Gultom alias Gorga. Berikut beberapa di antaranya:

UTHA LIKUMAHUA, penyanyi terkenal, musisi jazz:

“Figur Pak Bonar itu rendah hati. Lagu-lagu karyanya begitu bagus dan bisa dibawa masuk dalam situasi aransemen yang bagaimana pun: klasik, pop, atau apa pun. Loncatan-loncatan melodinya sangat khas, indah, dinamis, bahkan grande! Dan nunasa etnis Bataknya sangat kental dan tidak pernah hilang.”

Dr. ALFRED SIMANJUNTAK, komponis, tokoh musik gerejawi, pencipta lagu BANGUN PEMUDI-PEMUDA:

“Bonar Gultom alias Gorga itu pencipta lagu yang hebat. Dalam ritmis dia bagus. Melodinya bagus. Wilayah nada-nadanya bagus. Loncatan-loncatan oktafnya bagus. Pokoknya, buat saya, Pak Bonar Gultom itu salah seorang komponis terbaik masa kini.”

Akhirnya, saya menutup catatan pendek ini dengan mengutip kata-kata Pak Gorga dalam bahasa Batak:

“ENDEHONONKU MA JAHOWA SALELENG DI NGOLUNGKU. UMPALU PARHINALOAN MA AHU AMPUJI DEBATANGKU, SALELENG ADONG DOPE AHU”.

BONAR GULTOM (GORGA)

==================================================

PROFIL Bonar Gultom.

Sumber : http://tokohbatak.wordpress.com/2009/07/23/bonar-gultom-gorga/

Bonar Gultom

Bonar Gultom

Drs. Bonar Gultom (GORGA)
Tempat Tanggal/Lahir:
Siborongborong, 30 Juni 1934
Pendidikan :
Sekolah Rakyat SR di Dolok Sanggul, Humbang-Hasundutan
Mulo di Siborongborong, Tapanuli Utara
Sarjana dari Universitas Indonesia, Jakarta (1963). Selalam dalam kuliah beasiswa penuh oleh Perusahaan Belanda: NV Vereenigde Deli Maatschappijen.
Pekerjaan:
Jabatan Terakhir sebelum pensiun pada tahun 1989 adalah Direktur Komersial dan Umum pada PT Perkebunan Negara XIII, Bandung, Jawa Barat.

Keluarga:
Istri Leila Ester Sitompul
Anak; tiga putera dan tiga putri
Menantu empat orang anak
Cucu sepuluh orang cucu (2006)

Pengalaman Musik
Otodidak. Sejak kecil senang menyanyi dari umur delapan tahun
Juara I menyanyi seriosa Pekan Kesenian Mahasiswa Seluruh Indonesia pada 1958 di Yogyakarta dan tahun 1960 di Denpasar, Bali
Juara-I menyanyi seriosa bintang Radio Republi Indonesia di Medan dan kemudian di Jakarta (Nasional) 1968
Aktif sebagai anggota Paduan Suara Gereja sejak SMA dan diteruskan selama Mahasiswa.
Pemimpin dan pelatih Suara Gerejawi dan Nasional sejak Mahasiswa 1958 hingga sekarang.
Paduan Suara NHKBP Menteng Jalan Jambu, Jakarta.
Paduan Suara SERDAM ROHANI, Jakarta, mendampingi bapak E.L Pohan
Paduan Suara Ibukota, Jakarta mendampingi Binsar Sitompul
Paduan Suara Pria Immanuel GKPI Medan
Paduan Suara Gabungan GKPI Medan
Paduan Suara Exaudi GKPI Ciliwung-Bandung
PS Anugerah HKBP Jakarta
PS Gerja Bethel Indonesia, Tanjung Priok- Jakarta
PS Sola Gratia GKPI Menteng- Jakarta
Khusus sebagai PS Anugerah HKAP Jakarta, Gorga—pernah mengantarkan 2 kalu Paduan Suara ini tampil dalam konser internasional di Amerika Serikat, Yaitu 1991 dalam tour – I ke Los Angeles Conductor
memimpin gabungan Paduan Suara yang terdiri dari kontingen yang berasal dari 33 Provinsi di Indonesia, menyanyikan Mnazmur 150 ciptaanya yang menjadi lagu wajib pada Pesperawi Nasional ke VI di Istora Senayan, Jakarta, dihadapan Presiden RI pada saat itu Gus Dur hadir
mencitakan 150 lagu rohani dan non rohani—sekaligus mengrasemen untuk segala jenis musik dalam Paduan Suara.
Dalam Lomba Pasparawi Nasional ciptanya menjadi lagu wajib diantaranya;
“Doa Bagi Negara” menjadi lagu wajib PS-SATB Golongan A pada Pesparawi ke III di Medan 2006
“Langit Menceritakan” menjadi lgu pilihan wajib PS-SATB golongan B pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
“Yesusku juru Selamatku” menjadi lagu pilihan trio SSA pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006
“Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung” menjadi lagu wajib solis remaja pada Pesparawi ke Vii di Makassar tahun 2003
“kepada siapa Aku Harus Takut” menjadi lagu pilihan pertama PS-SATB pada pesparawi ke VII di Makassar tahun 2003
“Pujian Allah di tempat kudusNya” menjadi Lagu Wajib pada Pesparawi ke VII di Jakarta tahun 2000
“Persaudaraan Yang Rukun” menjadi lagu pilihan pada Pesparawi ke aV di Surabaya 1996
hampir semua lagu ciptaanya telah dikenal dan dinyanyikan menjadi judul album mereka. Lalu tersebut dipakai sebagai lagu wajib.
Dan menerjemahakan lagu-lagu asing ke dalama bahasa Indonesia dan bahasa Batak, sekaligus membuat aransemen paduan suaranya, antaranya;

O Holy night (Malam Suci?Borgin Na Badia) karya Adolphe Adams
No Body Knows (Holan Tuhan Yesus) Negro Spritual
Deep River (didia) Negro Spritual
My Heavenly Father Watches Over me (Tuhan ku menjaga aku) karya Charles Gabriel
God And Alone (hanya Allah Hu ) karya Phil Mc Hugh
Majesty (Pujianlah Yesus) karya Jack Hayfort
He is Exalted (Tuhanlah Raja Semesta) karya Twila Paris
You Raise Me Up karya Rolf Lovland (dipopulerkan oleh Josh Groban dan davi Foster)
Bagai Tetesan Embun karya Putri dan Maruli Simorangkir ,SH
Terima Kasih Tuhan karya Putri dan Maruli Simorangkir, SH
Bunga Pansur karya Cadman dan roger Wagner
Dolok Betany karya NN (Transkripsi dari kaset berbahasa Jerman)
Yesus Gembala Yang Baik karya H. R Palmer
Were You There (Uju I di atas ni sada dolok) Negro Spritual
Natarsilang do Kristus karya W.A Mozart
Narer My God to Thee karya sarah Adams dan Lowell Mason
Holan Tuhan Jesus, Negro Spritual
Nyanyian Kidung Natal karya W.A Mozart
Nearer my God to Thee karya Sarah Adams dan
Gog be With You Sai Tuhanta mandongani Ho karya William G. Tomer
Laiseir d’Amour Tuiahn Berkatilah karya Giovani Martini
Sejauh Timur dari Barat karya Jonathan Prawira
Maha Mulia (Namarmulia) karya G.F Handel
Ada saatnya kita jumpa karya Taralamsyah Saragih
Ya Allah Bapa karya st A. K Saragih
Tumbuhan Poyon-Poyon karya St A.K Saragih
The Prayer karya Carol Sager dan David Foster
Ave Maria karya Franz Schubert

Lagu Lagu Etnik yang daransemen ke Bahasa Inggris diantaranya:
Yamko Rambe Yamko (Papua) menjadi stand Tall, God Loves Us ALL
Jali-jali (Betawi) menjadi Up Anda Down
Bukit Kemenangan Karya Djuahari menjadi My God is Near Me

Karya Opera
Argado Bona Ni Pinasa (Opera Batak), 1969
Parsorion ni Parmitu (opera Batak), 1970
Kembali ke Betlehem (Opera Natal) 1972
Putih dan Hitam (opera Natal) 1972
Nostalgia Masa Hasiswa (Opera Komedi) 1979
Tumba Singamangara XII (Opera Sejarah) 1980
Kasih Paling Agung (Opera Paskah) 1982
Lilin-lilin Perdamaian (Opera Natal) 1983
Si Boru Tudosan (Opera Budaya Batak) 1989

Buku;
Kumpulan Karya Bonar Gultom (Gorga) diterbitkan Yayasan Musik Gerja (Yamuger)
• Kumpulan Lagu-lagu Rohani Untuk Paduan Suara jilid I 2002
• Kumpulan Lagu-lagu rohani untuk Paduan suara jilid II, 2005
• Opera Natal Putih dan Hitam 2005
• Kumpulan lagu-lagu rohani untuk Paduan Suara Wanita untuk PS Wanita jilid 2006

Konser:
• Dalam rangka menyambut tamu pemerintah Sumatera Utara di Medan lewat Opening dan Closing Ceremony Medan Fair (Pekan Raya Medan)
• Pageran Bernard dari Kerajaan Belanda (1972)
• Raja Boumdewijn dan Ratu Fabiola dari kerjaan Belgia (1974)
• Menyambut perdana menteri Lee Kwan Yew dari Singapura (1975)
• Dan menyambut Toen Abdul Razak dari Malaysia (1976) dengan pementasan “Arga do Bona Ni Pinasa” di alam terbuka ditepi pantai Danau Toba, Parapat.

Penghargaan;
Pada tahun 1975 menerima penghargaan dari pangeran Bernard dalam undangan khus ke Istana Kerjaan Belanda Soesdijk
Menerima penghargaan dari KNPI Sumatera Utara sebagai penghargaan atas peranyan dalam pengemabangan generasi muda Sumatera Utara 1980
Pada 1982 menerima penghargaan dari Pangkowilhan Sumatera Utara sebagai putra teladan.
Pada 1998 menrima penghargaan sari Gubernur Suamtera Utara atas lagu ciptaanya “Marsipature Hutanabe”
Pada tahun 2003 menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasinya yang dicapainya saat menyutradarai pementasan Opera Arga Do Bona Ni Pinasa pada Pesta Rakyat Danau Toba di Kota Parapat sebagai opera yang melibatkan pemain terbanyak 232 orang dan merupakan pendudukan setempat.

Alamat rumah
Jalan Ayahanda No 57, RT 02/04
Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta 13430
Telephone ® 021-86610567
Handphone; 0811-903166
e-mail: bonargultom@yahoo.com

23 Maret 2010 - Posted by | Bonar Gultom (Gorga)

15 Komentar »

  1. Syalom..amang Bonar Gultom yang saya hormati..
    kami dari pemuda HKBP Rumbai,rindu akan melayani Tuhan dengan lagu pujian, akan tetapi kami masih kekurangan dengan perbendaharaan lagu yang kami miliki.kalau seandainya boleh,kami ingin meminta lagu2 serta kumpulan koor/paduan suara putri dari amang Bonar Gultom.Trimakasih Tuhan Yesus memberkati

    Komentar oleh Evi sitohang | 10 April 2010 | Balas

  2. Shalom…
    terima kasih untuk artikel tentang Bapak Bonar Gultom. saya jadi lebih kenal profile beliau. walaupun saya belum pernah bertemu langsung, tapi kami sering sharing lewat fb. betul seperti yang dikatakan dalam artikel di atas, bahwa Bapak Bonar Gultom adalah tokoh Indonesia yang hebat dan sangat rendah hati. Tuhan Yesus memberkati pelayanan Pak Bonar, dan memberkati pak Bonar dan keluarga…

    Komentar oleh Bertha Ririhena | 15 Mei 2010 | Balas

  3. Mohon dapat di infokan judul original Lagu Maha Mulia (Namarmulia) gubahan dari G.F. Handel itu.
    Syaloom

    Komentar oleh Bismarck Sitanggang | 17 Desember 2010 | Balas

  4. syaloom..
    Bpk Bonar Gultom, kalau boleh kami meminta kumpulan lagu etnik rohani untuk paduan suara pemuda.karna kami di NTT sangat sulit mendapatkan lagu-lag etnik untuk padan suara…. terimakasih GBU

    Komentar oleh ruben | 6 September 2011 | Balas

  5. capek bacanya

    Komentar oleh christine alicya | 3 Desember 2011 | Balas

  6. syalom bapak bonar,kita orang tapanuli utara yang tinggal ditarutung…wah sungguh mnggema lagu2 yg diciptakan oleh bapak,mulai sya mahasiswa hingga saat ini tetp sja dikumandangakn,saya prnh brcita2 ingin jdi seorang pencipta lagu dibidang lagu rohani seperti kor,lagu anak2,namun ilmu yg sya peroleh msi minimal,klo boleh tau rahasianya apa ya pak,supaya seni yg saya peroleh ini brkembang n dpt dipublikasikan,kita mngenal musik mulai kuliah sem 5,bukn sprti bapak yg pinta seni vokal mulai dri kecil,namun niat sya ingin jdi pncipta lgu kuat pak,solusinya apa ya pak?immanuel..horas.

    Komentar oleh masdianasitanggang | 21 Februari 2012 | Balas

  7. syaloom bp.bonar gultom
    kami dari paduan suara anak gpib immanuel sangat ini menyanyikan lagu ahu do dalani tetapi kami belum mendapatkan partiturnya apakah kami boleh dikirimin partiturnya sebelum dan sesudahnya kami ucapakan terima kasih

    Komentar oleh rindasilaen | 23 April 2012 | Balas

  8. syalom, bp.bonar gultom
    kami dari paduan suara anak gpib immanuel samarinda, sangat ingin menyanyikan lagu yg berjudul “ahu do dalan i ” tetapi kami kesulitan u mendapatkan partiitur lagu ini apakah kami bisa dikirimin partitur lagu ini. kami ucapkan terima kasih

    Komentar oleh yayesarianto | 23 April 2012 | Balas

  9. mat malam bapak bonar gultom kami dari paduan suara nafiriawno kupang ntt,sudah beberapa kali menyanyikan lagu karya bapak diantaranya ,mzm 133, ,mzm 198 dan masih ada lagi yang lain, Kami juga punya lagu-lagu sendiri tapi masih sangat sederhana baik notasi maupun aransemennya,, u itu kami mohon kesediaan bapak agar bisa memperbaiki dan memberikan catatan penting,, .dan kami juga bersedia u krim lagunya biar dikoreksi dan disempurnakan. tks sebelumnya

    Komentar oleh Yohanes Don Bosko | 9 Juni 2012 | Balas

  10. Horass Oppung. Dame na sumurung dibagasan Yesus Kristus. Hami di Kepulauan Mentawai do, di Sumatera Barat. Alai nga huendehon hami manang piga Ende/Koor ciptaan ni Oppung. Ala antusias do anak/Pemuda Mentawai naeng mangendehon Ende/Koor naasing, mangido ma jolo molo adong koor Naasing nari, terutama Koor Persaudaraan Yang Rukun. Mauliate, Horas. A. Sinaga. Pembina Pemuda GKPM Di Muara Sikabaluan.

    Komentar oleh arilamson sinaga, s.pD | 23 Oktober 2012 | Balas

  11. Shalom….opung.
    saya kagum setelah membaca profil opung atas talenta yang luar biasa dalam mengaransemen lagu.. maju terus semangat opung dalam mengumandangkan syair lagu rohani yang membari banyak berkat bagi seluruh bangsa batak..
    Horas……
    Tuhan Yesus memberkati

    Komentar oleh Dahliana Rohani | 11 November 2012 | Balas

  12. Kali pertama thn 1998 dengar kor berjudul ARBAB versi BATAK, merinding bahhh… Maklum sesuai banget dgn telinga saya, ditmbah lg musik uning2an (musik khas Batak jg) sempurna banget dah di telingaku…..

    Ada nggak ya, nntinya Gorga2 yg lain kedepannya….?
    Hmmmmm, “SEMANGAT TERUS PAK GORGA, DAN KAMI TUNGGU JUGA KARYA2 BAPAK SELANJUTNYA. SMOGA BAPAK SLALU DALAM LINDUNGAN TUHAN AMEN”
    HORASSSS…..!

    Komentar oleh Simbolon | 5 Desember 2012 | Balas

  13. syalom amang, semoga dalam keadaan yang baik :). biografi amang sangat bagus yaa dalam melayani tuhan, kalau boleh bagi2 donk tips nya amang, supaya digereja kami semakin semangat dalam memberi pujian buat Tuhan. boleh di share gaa yah amang lagu2 koornya beserta not nya, biar kami semua bisa mempelajarinya. makasih yaa amang :)

    Komentar oleh luvjesus | 27 Desember 2012 | Balas

  14. Syalom.. opa bonar tolong tampilin partitur lagu lilin perdamaian yg sdh d aransemen donk.. mkasihnya opa bonar.. Tuhan Yesus memberkati.. ^^

    Komentar oleh Cindy Chrisan | 19 Oktober 2013 | Balas

  15. Nanti Kami minta Teks / notasi angka Lagu-Lagu Rohani dan notasi Sopran, Alto, Tenor, dan Bariton, Lagu Khsus Ciptaan Drs. B. Gultom

    Komentar oleh Wellem Yordan Lekairua | 8 Maret 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 114 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: