pindah ke www.musisigereja.com

Blog ini sudah dipindahkan ke www.musisigereja.com

Tangga Nada

Gambar 1

Untuk selanjutnya saya akan selalu menggunakan tuts piano sebagai contoh, karena jauh lebih mudah dimengerti dibandingkan menggunakan instrument lain.

Tangga nada terdiri dari 12 nada yaitu :

C – C#/Db – D – D#/Eb – E – F – F#/Gb – G – G#/Ab – A – A#/Bb – B

Nada tuts piano yang berwarna hitam memiliki dua nama. Jadi kedua nama tersebut bernilai dan berbunyi sama. Kenapa sampai dua nama? Ntar kita bahas di artikel-artikel berikutnya.

Jadi, jangan terjadi lagi seperti pengalaman saya, ada penyanyi yang minta nada dasar Dis (D#) lalu saya mainkan, pas di keyboard, yang tampil di display Es (Eb), eh dia marah-marah katanya ketinggian, karena dia kan minta nada dis bukan es, wkwkwkkk. Sedang saya sendiri waktu itu jadi bingung, di keyboard tetap aja yang ketulis Eb, saya jelasin, penyanyinya tetap aja ngotot, hehehehh, terpaksa dia saya diskualifikasi aja untuk nyanyi. Wkwkwkk

Tangga nada mayor rumusnya seperti pada gambar 1 : 1 – 1 – ½ – 1 – 1 – 1 – ½

Untuk mudah mengingat, jarak 1 nada berarti ada 1 nada pemisah diantara dua nada yang di jarakin, sedangkan ½ nada, berarti tidak ada jarak/tepat berseblahan. Untuk piano, jarak 1 nada ditandai dengan satu tuts, sedangkan pada gitar, jarak 1 nada di tandai dengan 1 kolom/fret.

Misal tangga nada mayor untuk D = do, berarti D – E – F#/Gb – G – A – B – C#/Db – D

Coba cari tangga nada untuk nada dasar lain, dengan memperhatikan rumus jarak-jarak nada tersebut..!

Tangga Nada / Nada Dasar Kres =

1 # (Kres) : G = Do

2 # (Kres) : D = Do

3 # (Kres) : A = Do

4 # (Kres) : E = Do

5 # (Kres) : B = Do

6 # (Kres) : F# = Do

7 # (Kres) : C# = Do

Tangga Nada / Nada Dasar Mol =

1 b (Mol) : F = Do

2 b (Mol) : Bb = Do

3 b (Mol) : Eb = Do

4 b (Mol) : Ab = Do

5 b (Mol) : Db = Do

6 b (Mol) : Gb = Do

7 b (Mol) : Cb/B = Do

Gambar 2

Jika memperhatikan lingkaran nada pada gambar 2 diatas, tangga nada kres secara berurutan dari nada netral C adalah mundur 5 (lima) langkah, jadi dari C mundur 5 langkah berarti ke G (1 kres), G mundur lima langkah berarti D (2 kres). Sedangkan untuk Mol, maju/naik 5 langkah. Dari C naik 5 langkah berarti F (1 Mol), F naik 5 langkah beberati Bes (2 Mol). Begitu seterusnya sampai 7 mol dan 7 kres. Kenapa Cuma sampai 7 (tujuh) ? di artikel lanjutan akan saya jelaskan.

Saya sarankan Anda menghapal lingkaran nada tersebut, karena akan selalu terpakai sampai kapanpun. Khususnya jika Anda mentranspose sebuah lagu ke nada dasar lain.

Misal nada dasar C = do

Dominan = C

Sub Dominan = F

Median = G

Atau biasa di sebutkan di kalangan awam, nada dasar/chord C, chord tingginya ke F, rendahnya ke G. untuk memudahkan menghapal : chord dasar – chord tingginya maju/naik 5 langkah dari chord dasar, – sedangkan chord rendahnya mundur 5 langkah.

Jadi ketika bermain di nada dasar F = do, berarti chord tingginya, F naik 5 langkah berarti Bb(Bes), sedangkan chord rendahnya, F mundur lima langkah berarti C.

Bila telah menghapal lingkaran nada tersebut, praktis Anda tidak akan kebingungan lagi ketika mentranspose nada dasar sebuah lagu, tinggal hitung langkah-langkah dalam lingkaran nada tersebut saja.

Sementara untuk mengawali artikel teori musik, saya cukupkan sampai disini dulu saja. Untuk pendalaman lebih lanjut, saya jelaskan di artikel berikutnya.

Artikel-artikel mengenai teori musik dan teori membaca partitur ini saya buat berdasarkan permintaan dari banyak pengunjung web blog ini. Sebenarnya saya agak sungkan membuat artikel ini, karena menurut saya teori-teori ini terlalu basic. Dan bagi rekan-rekan yang sudah bisa atau bahkan mahir bermain musik, mempelajari teori dasar seperti ini akan relatif cukup membosankan.

Saya cukup susah menyusun kata-kata yang paling sederhana tanpa harus terlalu banyak menggunakan istilah musik yang baku, dengan tujuan agar gampang di mengerti oleh pembaca yang masih awam tentang ini. Mohon koreksi jika ada kesalahan dalam artikel ini.

Artikel ini akan saya buat secara kontinu menjadi beberapa bagian yang cukup panjang, mulai dari tangga nada, chord, harmoni, kontrapung, dan baca tulis partitur. Jadi bagi rekan-rekan yang ingin mempelajari hal ini, harap memahami terlebih dahulu tiap bagian secara berurutan, agar mempermudah dalam memahami bagian berikutnya yang akan semakin sulit.

Mohon maaf, artikel-artikel dalam web blog ini khususnya artikel tentang teori musik, saya peruntukan untuk perorangan pengungjung web blog ini. Saya tidak memperkenankan copy paste artikel ini untuk kalangan komersil seperti lembaga komersil pendidikan musik.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

TERIMA KASIH

ANTONI PASARIBU

antonipasaribu@gmail.com

20 Maret 2010 - Posted by | tangga nada | ,

4 Komentar »

  1. […] (Baca dan kuasai terlebih dahulu artikel “Tangga Nada”) […]

    Ping balik oleh Chord « Musisi Gereja | 20 Maret 2010 | Balas

  2. masih kurang ngerti pak..

    Komentar oleh Miando | 22 Maret 2010 | Balas

    • kita tunggu pak gurunya datang, to😀

      Komentar oleh Antoni Pasaribu | 23 Maret 2010 | Balas

    • Salam kenal pak Mando, bagian mana yang membuat pak mando bingung?, mungkin bisa saya bantu…
      🙂

      Komentar oleh ruland | 5 April 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: