pindah ke www.musisigereja.com

Blog ini sudah dipindahkan ke www.musisigereja.com

Tips Membentuk Organis-Organis Gereja

[1] Siapa yang dapat membina / melatih

@ Tentukan siapa saja yang dianggap cukup berpotensi untuk menjadi “pelatih”. Alangkah baiknya jika terdapat 2 atau 3 orang.

@ Syarat utama pelatih : harus mau berkorban waktu dan tenaga untuk memberikan apa yang menjadi kemampuannya.

[2] Membentuk Tim

Bentuklah sebuah tim para pemain yang memiliki satu pembimbing, yaitu : satu orang pelatih, memiliki maksimal 5 orang karyawan eh salah😀 “murid”. Kemudian dikelompokkan sesuai dengan kemampuan mereka. Jika terdapat perbedaan umur yang cukup jauh, sebaiknya dibuat kelompok sendiri.

[3] Buat jadual serta pelatihan jangka pendek, selama 3 s/d 6 bulan

@ Bagi yang sudah bisa (meski dengan kemampuan yang terbatas)

“Latihan” disini harus melingkupi sejumlah lagu-lagu yang akan digunakan pada saat ibadah/misa, PALING LAMBAT satu minggu sebelum hari pelayanan. Maka disini, “siapa” yang bertugas dalam menentukan lagu-lagu pelayanan, sudah memberi tahu lagu-lagu tersebut kepada pelatih, agar dapat melatih muridnya.

Jika terdapat 10 buah lagu yang perlu diiringi, pelatih menentukan hanya 2 buah lagu untuk murid. Selebihnya adalah tanggung jawab pelatih pada saat pelayanan.

@ Bagi yang belum bisa sama sekali

Bagi mereka yang belum bisa mengiringi, berikan bimbingan teori praktis dan praktik lagu selama misalnya 1 bulan (sesuai kemampuan dan jumlah pertemuan dalam satu minggu), dengan memperkirakan maksimal 2 buah lagu yang sekiranya akan diiringi pada bulan berikutnya (perdana).

Jika ada 5 murid, dan terdapat 10 buah lagu yang perlu diiringi, sebaiknya pembimbing hanya menentukan 1 buah lagu untuk setiap murid. Selebihnya adalah tanggung jawab pelatih pada saat pelayanan.

Bagaimana jika ada “5 orang” pemain organ saat ibadah?

Apa salahnya jika dalam ibadah tiap minggu, Gereja memiliki 5 orang pemain organ sekaligus?. Maka, sebaiknya pihak Gereja termasuk jemaat/umat mesti diberitahukan terlebih dahulu. sebelum terjadi kesalahpahaman yang timbul dengan berbagai “alasan”.

@ Selanjutnya

Tentunya hal ini tidak dilakukan setiap minggunya bukan?, apalagi jika terdapat 2 atau 3 orang pembimbing (bisa bergantian). Sehingga seorang murid memperoleh waktu yang cukup, dalam mempersiapkan diri untuk pelayanan pada 2 atau 3 minggu berikutnya, bahkan sang murid bisa saja melewati target yang diharapkan si pelatih, yakni – menjadi lebih baik, hanya berbekal 1 buah lagu yang sudah berhasil diiringinya dengan baik.

Bagi mereka yang kurang percaya diri, bisa diberi kesempatan untuk mengiringi lagu pembukaan pada ibadah. Kenapa?, semakin lama seseorang menunggu, dia akan gelisah, ingat, pekerjaan menunggu adalah pekerjaan yang tidak disukai oleh kebanyakan orang, dan kemungkinan terbesar adalah : rasa percaya dirinya akan sirna seketika.

Selama 3 s/d 6 bulan ke depan, sudah semestinya “pelatih” mendampingi sang “murid” saat pelayanan.

[4] Buat rancangan pelatihan jangka panjang

Jangan berhenti, sebab sang murid membutuhkan waktu lebih dari sekedar 6 bulan. Dalam hal ini, bukan pengalaman bermain yang dicari, tetapi bagaimana dia bisa memahami hal penting apa saja yang perlu diperhatikan ketika dia menjadi seorang pengiring dalam ibadah gereja. Dan inipun dapat membuatnya memahami dengan betul apa yang sebenarnya menjadi kendala pribadinya.

[5] Skenario

Maaf, kadangkala saya suka menggunakan kata skenario😀, tepatnya mungkin silabus hehehe. Jadi, dalam hal ini, buatlah sejumlah daftar lagu ibadah/misa yang wajib dipelajari murid untuk setiap pelayanan. (hanya 2 lagu untuk awal).

Dapat dimulai dari lagu-lagu yang sering dinyanyikan saat ibadah, kemudian menyusul lagu-lagu yang jarang dinyanyikan.

Contoh :

Latihan 1 = untuk pemula (belum bisa bermain alat musik), atau yang tidak percaya diri

  1. Lagu “mudah” pertama (sering dinyanyikan = bisa untuk pembukaan ibadah)
  2. Lagu “mudah” kedua (sering dinyanyikan = bisa untuk pembukaan ibadah)

Latihan 2 (sudah bisa bermain)

  1. Lagu “mudah” ketiga (cukup sering dinyanyikan = setelah pembukaan ibadah)
  2. Lagu “mudah” keempat (cukup sering dinyanyikan = setelah pembukaan ibadah)

Latihan 3 (setelah melewati latihan 1 dan 2)

  1. Lagu pertama (jarang dinyanyikan/hanya pada saat tertentu)
  2. Lagu kedua (jarang dinyanyikan/hanya pada saat tertentu)

@ Skenario lainnya adalah, sang “murid” yang lain dapat dimasukkan sebagai pengiring puji-pujian (yang tidak termasuk dalam liturgi).

______________________________________________________

seorang pembimbing dituntut untuk jeli dalam melihat kemampuan sang “murid”.

______________________________________________________

Ini hanyalah gambaran urutan dalam berlatih, tidak menutup kemungkinan untuk memasukkan lebih dari 2 buah lagu. Dalam hal ini, seorang pembimbing tentunya harus memperhitungkan kemampuan murid dan melihat juga apakah sang murid merasa nyaman (yakin) untuk mengiringi? atau tidak? (jangan dipaksakan). Karena ini berhubungan dengan psikologi seseorang. Ketika seseorang merasa nyaman dengan lagu yang akan diiringinya, maka dia dapat memahami kemampuannya, dan mampu mengatasi kendalanya sendiri.

Maka bisa dibayangkan berapakah jumlah lagu yang akan dikuasai dalam kurun waktu 3 tahun, karena kita tidak dapat memprediksi dengan pasti kemampuan “seseorang” hanya dalam jangka waktu 6 s/d 1 tahun.

____________________

Tulisan ini hanyalah gambaran, sodara-sodari bisa membuatnya lebih menarik, sesuai dengan kemampuan.

Poin saya dalam melatih adalah : Step By Step – Perlahan Tetapi Pasti

_____________________

Semoga Bermanfaat

Salam

28 Maret 2010 - Posted by | Tips Membentuk Organis-Organis Gereja | ,

1 Komentar »

  1. Terima kasih y pak untuk saran dan arahan yang diberikan dlm tulisan ini. Digereja saya ada pemusiknya, tpi untuk yg bapak jelaskan diatas tidak ada pak, sehingga saya ingin mencoba melayani di gereja bingung kmna saya harus datang dan berlatih.. bagaimana menurut bapak?

    Komentar oleh Lia | 25 Januari 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: