pindah ke www.musisigereja.com

Blog ini sudah dipindahkan ke www.musisigereja.com

Tanda Sukat dan Birama

Birama adalah ruas-ruas (ruang/kolom) yang membagi kalimat lagu kedalam ukuran-ukuran yang sama dan ditandai dengan lambang hitungan atau bilangan tertentu.

Lambang hitungan ini disebut dengan Tanda Sukat, seperti 2/4; 4/4; dan lain sebagainya.

Misalnya pada tanda sukat 2/4 :

Jika

  • angka 2 diartikan sebagai pembilang
  • angka 4 diartikan sebagai penyebut

Maka

  • Pembilang (2) menunjukkan jumlah hitungan atau jumlah not (not tunggal atau not kelompok dalam setiap birama).
  • Penyebut (4) menunjukkan nilai not yang menjadi satuan hitungan.

Sehingga , tanda sukat 2/4 diartikan bahwa “di-dalam satu birama” = terdapat dua hitungan / dua not yang bernilai 1/4 (a), atau terdapat dua hitungan / dua kelompok not yang bernilai 1/4 (b).

Klik gambar untuk melihat ukuran lebih besar

[1]. Garis Birama

Ruas-ruas birama dipisahkan oleh garis vertikal yang disebut dengan garis birama, yang memiliki fungsi yang berbeda.

  • Garis birama ganda menandakan berakhirnya satu kalimat atau bagian lagu.
  • Garis birama penutup menandakan berakhirnya sebuah lagu.
  • Garis birama ganda (tebal) bertitik dua (:) menunjukkan pengulangan (repetisi).

Klik gambar untuk melihat ukuran lebih besar

[2]. Birama Gantung

Adalah awal lagu yang tidak penuh hitungannya. Misalnya pada lagu Burung Kakatua – yang bertanda “sukat 3/4″ yang berarti terdapat tiga hitungan dalam 1 birama. Dapat dilihat bahwa awal lagu (a) tersebut dimulai pada hitungan ketiga. Sehingga, pada birama penutup (b) akan terlihat bahwa hitungan tanda sukatnya tidak lengkap (hanya terdapat dua hitungan). Hal ini dikarenakan birama gantung tersebut tadi, dengan kata lain sudah lengkap ditambah birama gantung pada awal lagu. Lihat juga contoh 2 – lagu Kebunku.

Contoh 1

Klik gambar untuk melihat ukuran lebih besar

Contoh 2

Klik gambar untuk melihat ukuran lebih besar

____________________________

Semoga Bermanfaat

Salam🙂

5 April 2010 - Posted by | Tanda Sukat dan Birama | ,

4 Komentar »

  1. bagus

    Komentar oleh heru prastiyo | 25 April 2010 | Balas

  2. sangat membantu… God bless you…

    Komentar oleh thomas sidi | 15 November 2011 | Balas

  3. terima kasih. aku jadi mengerti.

    Komentar oleh agusta | 24 Mei 2012 | Balas

  4. Saya pernah mendengar ada jenis birama SINKOP yang berarti lagu yang dimulai pada ketukan selain ketukan pertama – ketukan ke-2, ke-3 dan seterusnya. Pertanyaan saya adalah:
    1. Apa sebenarnya maksud birama sinkop ini dan apa contoh lagunya?
    2. Apakah dalam satu lagu kita boleh menggunakan jenis birama yang berbeda; misalnya birama ‘standar’ yang dimulai pada hitungan pertama (katakanlah pada bagian awal atau Intro) dan birama sinkop di atas untuk bagian-bagian selanjutnya? Jika boleh, apa contoh lagunya?
    3. Apakah ada teknik atau trik bagaimana menentukan birama lagu yang tepat – apakah birama standar (2/4, 3/4 dst), birama gantung dan birama sinkop? Kalau bisa dengan contoh lagunya?

    Terima kasih.

    NB: Maaf kalau pertanyaan saya terlalu banyak. Saya baru belajar musik….

    Komentar oleh misterbean1980 | 13 November 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: