pindah ke www.musisigereja.com

Blog ini sudah dipindahkan ke www.musisigereja.com

Briku hati Mu

Oleh : SAMUEL SANTOSO

Baru saja saya berjumpa dengan rekan saya dan bercakap-cakap mengenai musik gereja. Saya jadi teringat dengan artikel saya yang berjudul Rahasia Pengiring Gereja(Piano, Organ dan Keyboard) Yang Berhasil. Ternyata sebelum menjadi pengiring gereja, dibalik semua yang saya tulis, semuanya harus dimulai dengan satu kata, yaitu : hati.

Tidak peduli sepandai apapun kita. Sekaya apapun kita. Siapapun kita. Bila kita tidak ada hati, maka semuanya akan sia-sia. Maksud saya disini dengan hati adalah seperti yang terdapat dalam Roma 12:1 :

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup. Kita hidup untuk memuliakan Tuhan. Semua yang kita miliki adalah untuk memuliakan Dia, sekecil apapun itu.

Saya memiliki pengalaman tentang ini, dimana saya melatih calon musisi gereja dengan gratis. Awalnya banyak peminat karena gratis. Tetapi akhirnya bisa ditebak. Hanya beberapa orang yang bertahan. Ada juga yang merasa sudah cukup memberikan uang ke gereja, sehingga meski musik di gereja sangat jelek (yang main pas-pasan), dan ia memiliki anak yang jago main, tetapi tidak di dorong untuk melayani Tuhan. Lebih baik memberi/mengajar les dan main di hotel-hotel yang menghasilkan banyak uang. Perhitungannya adalah karena les piano atau alat musik kan mahal. Mengapa harus melayani dengan gratis? Ia lupa bahwa semua hartanya adalah pemberian Tuhan.

Bahkan dari pengalaman teman, masalah hati lah yang membuat semua usaha yang dilakukan gagal, sehingga beliau saja yang terus menjadi pemain tunggal di gereja tersebut. Sungguh sangat ironis mengingat kalau pemimpin pujian meminta jemaat tepuk tangan untuk bri kemuliaan bagi Tuhan, semua tepuk tangan. Titik. Tidak lebih. Setelah itu, jemaat menyanyi kembali dengan pujian yang miskin (pemimpin pujian dan pemain musik pas-pasan bahkan fals). Apakah ini memuliakan Tuhan? Memuliakan Tuhan harus dilakukan dengan suatu tindak nyata. Bukan hanya tepuk tangan!

Lalu bagaimana kita bisa mempunyai hati untuk memuliakan Tuhan dan memberi yang terbaik, yang dalam konteks tulisan ini adalah terlibat dalam pujian dan memainkan alat musik? Mari kita instrospeksi diri. Apakah kita sudah memberi yang terbaik. Juga kita doakan Tuhan menyentuh setiap hati yang keras. Melembutkannya. Dan jikalau kita berkesempatan melayani Dia, jangan sia-siakan. Mari layani Dia. Muliakan Dia. Brilah hati kita kepadaNya. Bukan kepada dunia atau harta kita.

24 Februari 2011 - Posted by | Briku hati Mu

5 Komentar »

  1. ada yang terlupa. kalau ingin ada hati dari yang kita ajari alat musik, saran saya diajari dengan memungut biaya. karena dimana hartamu, disitu hatimu berada, sekaligus diajar untuk bayar harga.

    Komentar oleh samuel | 24 Februari 2011 | Balas

    • ini yang susah saya terapkan dari dulu, pak🙂
      kalau ada yang datang, diskusi dan belajar2, sebagian besar saya ladenin.
      dan karna domisili saya, ada beberapa teman yang saya ajari secara online.
      semuanya gratis :))

      Komentar oleh Antoni Pasaribu | 25 Februari 2011 | Balas

  2. Walau aku dari gereja yang beda, tapi boleh ikut perform khan….?
    youtube.com/watch?v=Sj2EInPohJc

    Mau DL lagunya aja : http://mimpi.4shared.com

    Terimakasih….

    Komentar oleh B Jazz | 24 Februari 2011 | Balas

  3. semoga web ini bisa meningkatkan performa teman-teman musisi :

    http://www.SoundSystemSchool.com

    Komentar oleh yuliana | 21 Agustus 2011 | Balas

  4. YUKKK.,., KITA SEBAGAI PELAYAN MUSIK.,. PERSIAPKAN SEGALA SESUATUNYA DENGAN MATANG DAN DENGAN PENYERAHAN DIRI PADA TUHAN

    Komentar oleh GUNNAR | 25 Mei 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: